Berkenalan dengan Sudirno, Tokoh Desainer Mata Uang Rupiah | Sekarang Hidup Itu Sederhana

sudirno-perancang-rupiah

Pernahkah Anda penasaran dengan sosok di balik desain mata uang rupiah yang kita gunakan sehari-hari?

Perancang uang rupiah cukup banyak sepanjang sejarah Indonesia. Salah satunya adalah seorang pria bernama Sudirno.

Dilansir Detik.com, Sudirno yang kini berusia 79 tahun merupakan satu dari belasan anak bangsa yang berjasa menghasilkan uang rupiah.

Dia adalah seorang desainer gambar uang kertas. Beberapa fotonya dimuat di uang pecahan Rp1.000 bergambar Dr Sutomo dan Rp10.000 bergambar RA Kartini. Kedua nota tersebut diterbitkan pada tahun 1980.

Baginya, alat pembayaran adalah salah satu prasasti hidupnya. Terlihat jelas di pojok kiri bawah catatan yang bertuliskan: Sudirno Del.

“Del kependekan dari Latin Delinavit. Artinya perancang uang,” kata Sudirno seperti dikutip dari Detik.com, Senin (16/8/2021).
Pecahan 1000 RUU Dibuat oleh Sudirno Detik Com

Mulai dari bekerja di percetakan

Awal mula kemampuan Sudirno menjadi penghasil uang adalah ketika ia merantau ke Jakarta pada tahun 1965. Saat itu, Sudirno baru saja lulus SMA di Madiun.

Sepulang sekolah, pria kelahiran Pacitan, 9 Juni 1942 ini mencoba peruntungan di Jakarta. Saat itu ia dibantu oleh rekan abangnya yang tergabung dalam Brimob.

Hanya berbekal ijazah SMA, Sudirno bekerja serabutan. Dia tinggal sementara di asrama Brimob.

Sebagai seorang nomaden, ia tidak memiliki pengalaman hidup di kota. Saat ingin melamar pekerjaan dia hanya bisa mengandalkan insting dan keyakinan.

“Saat itu pekerjaan saya bermain-main (mencari lowongan) dan juga membantu orang-orang di sekitar asrama,” kata Sudirno.

Kesulitan hidup di perantauan tidak menyurutkan semangat Sudirno. Usahanya membuahkan hasil. Ia mendapat pekerjaan di sebuah percetakan di kawasan Jakarta Selatan bernama Percetakan Kebayoran.

Cinta dengan seni

Berbekal kegemaran menggambar dan keterampilan menggambar sejak kecil, ia pun melamar ke percetakan. Untung saja dia diterima. Saat itu ia menunjukkan karyanya berupa lukisan sketsa menggunakan pensil yang dibuat di atas kertas biasa.

Selidiki kalibrasi, kantor percetakan itu adalah kantor yang nantinya menjadi Perusahaan Umum Pencetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri).

“Waktu itu saya gambar Jenderal Sudirman,” kata Sudirno.

Namun, dia tidak langsung mendapat tugas menggambar desain uang. Tugas pertama Sudirno adalah membersihkan kamar.

Setelah itu, dia perlahan-lahan ditugaskan membuat desain uang. Sudirno sepertinya telah menemukan dunianya yang sebenarnya. Ia mengaku sering mendapat ide desain uang ini dari refleksinya sendiri.

Dia memang memiliki kecintaan yang mendalam pada seni rupa, termasuk menggambar. Hal itulah yang membuat Sudirno rajin menjalankan profesi ini hingga pensiun pada 2000 silam.

Bakat seni ayah 5 anak ini sudah diperlihatkannya sejak kecil. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Sudirno kecil selalu memenangkan hadiah undian. Inilah yang membuatnya tidak menikmati pekerjaannya sebagai desainer desain uang kertas.

Sudirno tidak hanya menyukai kegiatan menggambar. Dia juga orang yang multitalenta. Sudirno juga pandai menyanyi dan menari. Bahkan, ia mengaku sudah beberapa kali tampil di Taman Ismail Marzuki.
Uang Sudirno dalam Denominasi 1000 dan 10.000 Detik Com 67b02

Tetap fokus pada pendidikan

Di ruang tamunya yang sederhana, Sudirno memiliki banyak koleksi buku dari berbagai disiplin ilmu. Pemandangan itu seolah menggambarkan luasnya cakrawala pengetahuan pemiliknya.

“(Buku-buku) itu peninggalan waktu kuliah. Saya suka sekali membaca,” kata Sudirno.

Menikmati profesinya sebagai perancang uang rupiah tak membuat Sudirno melupakan pendidikannya. Dia tidak ingin hanya memiliki ijazah sekolah menengah. Alhasil, ia berusaha melanjutkan pendidikannya yang lebih tinggi.

Ia belajar di Sekolah Tinggi Grafis Indonesia. Universitas ini berada di bawah naungan Universitas Indonesia. Sudirno pun berhasil lulus dan mendapat gelar Sarjana Teknik Grafis.

Bukti kesuksesan hidupnya tak lupa ia pajang di rumahnya. Ada banyak deretan piagam penghargaan dan juga saksi bisu berupa potret Sudirno muda mengenakan seragam dan dasi.

Tak hanya itu, ia juga pernah menjalankan tugas kenegaraan di berbagai negara. Misalnya, Amerika, Rusia, Inggris, serta sebagian besar negara di Asia dan Afrika.

Kini, Sudirno yang sudah pensiun cukup lama itu hanya menikmati masa tuanya dengan hidup sederhana di kampung halamannya. Tepatnya di Dusun Selur, Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar, Pacitan, Jawa Timur.

Baginya, menjadi money designer adalah pengalaman yang berharga dan tak terlupakan. Bukan hanya sekedar menuliskan namanya dalam sejarah saja. Tapi itu juga merupakan bentuk pengabdian kepada Ibu Pertiwi.

“Pesan saya kepada generasi muda, jangan tinggal diam. Setiap siang malam pasti

Sumber :