Teori keunggulan komparatif dalam perdagangan internasional

Pengertian Perdagangan Internasional dan Ke Keunggulannya

Keunggulan komparatif adalah teori perdagangan internasional yang dikemukakan oleh ekonom David Ricardo. Teori ini hadir sebagai pelengkap teori keunggulan absolut klasik Adam Smith.

Apa perbedaan antara kedua konsep tersebut dan bagaimana penerapannya dalam perdagangan internasional? Mari kita mulai artikel ini dengan memahami definisi keunggulan komparatif.

Apa itu keunggulan komparatif?

Keunggulan komparatif adalah kemampuan suatu negara untuk menghasilkan produk dengan biaya peluang yang lebih rendah daripada mitranya.

Kuncinya terletak pada biaya peluang atau opportunity cost. Menurut Investopedia, ini adalah biaya yang dapat dihemat saat memilih opsi tertentu.

Konsep ini sangat penting dalam perdagangan internasional karena dapat saling menguntungkan bagi negara-negara mitra.
adalah keunggulan komparatif
Apa perbedaan antara keunggulan absolut dan keunggulan komparatif?

Keunggulan Mutlak menunjukkan keunggulan mutlak suatu negara dalam menghasilkan produk yang lebih banyak atau lebih baik.

Keunggulan komparatif, di sisi lain, tidak mengacu pada kuantitas dan kualitas, tetapi untuk menurunkan biaya peluang.
Contoh keunggulan komparatif

Suatu negara harus fokus pada produk yang dapat diproduksi dengan murah.

Sedangkan produk yang tidak memiliki keunggulan komparatif dapat dibeli di pasar internasional.

Sebagai ilustrasi, perhatikan contoh berikut.

Indonesia dan India sama-sama memproduksi beras dan kain. Namun, efisiensi produksi kedua negara tersebut berbeda.
Kain Beras Negara
Indonesia 4 kg 5 m
India 6kg 8m

Pada tabel di atas, India memiliki keunggulan absolut dalam produksi beras dan kain. Jadi apakah mereka masih bisa berdagang?

Berdasarkan teori keunggulan komparatif David Ricardo, jawabannya adalah ya.

Caranya adalah dengan membandingkan nilai Basic Domestic Exchange (DTDN) kedua negara.
Kain Beras Negara
Indonesia 4/4 kg beras = 5/4 m kain 5/5 m kain = 4/5 kg beras
India 6/6 kg beras = 8/6 m kain 8/8 kain = 6/8 kg beras

Sekarang bandingkan mana yang merupakan nilai DTDN yang lebih rendah dari setiap negara untuk setiap produk.

Indonesia dapat mengkhususkan diri pada produk beras karena memiliki nilai DTDN yang lebih rendah.

Di sisi lain, India dapat mengkhususkan diri pada produk kain karena nilai DTDN kainnya lebih rendah.

Dengan demikian, kedua negara dapat terus melakukan pertukaran atau ekspor beras dan kain.

Keunggulan komparatif membuktikan bahwa perdagangan dapat berlangsung bahkan ketika suatu negara memiliki keunggulan absolut dalam semua produk.

Teori Perbandingan Kontras dari David Ricardo
adalah keunggulan komparatif

Di sisi lain, para ekonom juga mengkritik teori David Ricardo. Mereka menganggap bahwa perdagangan internasional tidak sesederhana transaksi antara dua negara untuk beberapa jenis barang.

Berikut ini adalah kritik terhadap teori keunggulan komparatif:

Kegiatan ekspor-impor mencakup banyak negara dan berbagai jenis barang.
Dalam perdagangan internasional, terdapat biaya transportasi yang dapat meniadakan keunggulan biaya peluang.
Dalam produksi, faktor penentu lebih dari sekedar pekerjaan.
Tenaga kerja juga harus beradaptasi ketika pindah ke daerah lain.
Kemajuan teknologi dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas barang modal.

Menurut para ahli, hal-hal di atas bukanlah pertimbangan penting dalam teori keunggulan komparatif David Ricardo.
Menyimpulkan

Keunggulan komparatif merupakan konsep penting dalam ilmu ekonomi. Hal ini memungkinkan suatu negara untuk menuai keuntungan yang lebih besar dengan mengekspor produk yang menjadi spesialisasinya. Namun, teori ini tidak lepas dari kritik para ekonom.

Sumber :