Tokopedia menggelar acara virtual bersama media pada Kamis (16/9/2021) untuk membahas bagaimana usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh di platformnya. Petinggi Tokopedia mengklaim banyak penjualan UMKM yang tumbuh positif di masa pandemi.

Berdasarkan data yang disajikan Tokopedia, rata-rata penjual di platform tersebut adalah UMKM. Puput Hidayat, AVP Product Tokopedia, menjelaskan UMKM mengalami peningkatan penjualan selama pandemi.

Penjualan UMKM lokal di Tokopedia tumbuh positif di masa pandemi

Penjualan-UMKM-lokal-di-Tokopedia-tumbuh-positif-di-masa-pandemi

Baca juga:
– Alamat rumah tetangga yang digunakan untuk pembelian cash on delivery malah ditegur malah direspon seperti ini
– Pasar game seluler akan menghabiskan $120 miliar pada tahun 2021
– Asyiknya belanja online masker Rp 30.000, kaget banyak yang datang
– Pelanggan Telkomsel kini dapat melakukan upgrade ke kartu uSIM 4G melalui e-commerce

“Pandemi telah memberi kita banyak tantangan.

Namun, kami melihat peningkatan peluang bagi UMKM, baik produsen maupun reseller, selama pandemi. Terjadi peningkatan penjualan, khususnya bagi UMKM di platform Tokopedia. 94 persen di antaranya adalah pedagang ultra mikro,” kata Puput Hidayat.

Berdasarkan data yang dibagikan, ada lebih dari 11 juta penjual yang telah bergabung dengan Tokopedia. Selain itu, mereka membanggakan lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan di platform mereka (data per Juni 2021).

Pada kuartal kedua 2021, lima kategori mengalami peningkatan di Tokopedia

, yaitu kesehatan dan perawatan pribadi, fashion, kecantikan, fashion ibu-anak dan anak-anak serta otomotif.
Lima kategori dengan pertumbuhan pendapatan tertinggi di Q2 2021 di Tokopedia. (Tokopedia)
Lima kategori dengan pertumbuhan pendapatan tertinggi di Q2 2021 di Tokopedia. (Tokopedia)

Nusa Tenggara Barat tercatat sebagai daerah yang mengalami peningkatan penjualan terbesar yakni 144,6 persen. Tiga provinsi dengan peningkatan jumlah pelaku bisnis terbesar di Tokopedia adalah Bali (66,2 persen), Yogyakarta (42,2 persen), dan DKI Jakarta (28,3 persen).

Mereka juga memperkenalkan TokoMart untuk membantu UMKM lokal. Ini adalah halaman khusus yang menyertakan teknologi geo-tagging untuk memudahkan penjual menjangkau pembeli terdekat.
Didukung oleh GliaStudio

TokoMart tersedia di Jabodetabek, Bandung, dan Palembang. Ia menambahkan, UMKM dengan kanal digital dinilai lebih tahan terhadap pandemi.

Mereka berhasil mempertahankan bisnis mereka sambil mempertahankan ketersediaan pekerjaan melalui penggunaan platform teknologi.
Tas Songket PaSH dari salah satu pelaku UMKM di Tokopedia. (Tokopedia)
Tas Songket PaSH dari salah satu pelaku UMKM di Tokopedia. (Tokopedia)

Produser Songket PaSH Kiagus Adit dari Palembang menyatakan: “Meskipun penjualan sempat turun hingga 60 persen di awal pandemi, dengan menggunakan platform Tokopedia membuat penjualan kami kembali stabil. Omzet kami kini bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap bulannya. ”

Adit juga memberikan tips bagi para pelaku UMKM, khususnya pembuat dalam penjualan. “Cari dulu produk mana yang paling laris, lalu lakukan analisis kompetitor untuk menentukan harga jualnya. Setelah itu, ciptakan brand awareness, antara lain dengan mengiklankan fitur-fitur yang tersedia, seperti TopAds, atau dengan menetapkan harga yang lebih murah. Kecepatan dalam menjawab chat pelanggan juga menjadi hal yang krusial,” kata Adit.

Petinggi Tokopedia berharap dengan semakin seringnya mengutak-atik teknologi dan perilaku masyarakat berbelanja online di masa pandemi, dapat semakin meningkatkan peluang penjualan bagi UMKM di masa mendatang.

Baca Juga :

https://bursakamera.co.id
https://disparbudtanggamus.id
https://gadgetplus.id
https://eproposal.id
https://bprsmh-bandung.co.id
https://ligo.co.id
https://fraksipks-kabbogor.id