Pengelolaan SDG durian lokal sebagai benteng pelestarian

Pengelolaan-SDG-durian-lokal-sebagai-benteng-pelestarian

adalah buah dengan nilai ekonomi yang menjanjikan, karena orang dari berbagai usia juga sangat tertarik dengan buah ini.

Ketersediaan durian di masyarakat juga sangat tinggi, karena Indonesia diberkati dengan plasma nutfah tanaman durian yang sangat kaya dan beragam.

Setidaknya ada 19 varietas durian lokal yang dikenal sebagai sumber daya genetik (SDG) di provinsi masing-masing. Mereka menyebutnya Durian Jarum Mas, Durian Empakan dan Durian Balian dari Provinsi Kalimantan Barat, Durian Namlung dari Bangka Belitung, Durian Daun dari Kepulauan Riau dan Durian Bentara dari Provinsi Bengkulu. Durian Petruk dan Durian Sunan berasal dari provinsi Jawa Tengah dan sudah dikenal publik.

Ada juga Durian Bawuk, Durian Kanum dan Durian Simimang (Kabupaten Banjarnegara), Durian Jatinegara (Kabupaten Tegal), Durian Rajawetan (Kabupaten Brebes), Durian Subian, Durian Sutian (Kabupaten Jepara), Durh Gethuk, Durian Mas, Durian Keping dan Durian Arum Kuning (Kabupaten Karanganyar) dan Siwa Durian dan Kanian Durian (Kabupaten Semarang).

Plasma kuman dikenal sebagai kekayaan masyarakat yang harus dilestarikan secara optimal. Namun, beberapa Kabupaten / Kota tidak begitu menyadari arti, fungsi dan makna plasma nutfah dan tidak memahaminya.

Akibatnya, bagian dari plasma nutfah berada dalam bahaya kepunahan

, dan mungkin bahkan beberapa dari mereka benar-benar mati karena jatuhnya pohon durian untuk bahan bangunan, konversi lahan untuk keperluan lain seperti perkebunan kelapa sawit, perumahan, infrastruktur dan lainnya.

Upaya mempertahankan keberadaan plasma nutfah Durian dilakukan melalui konservasi. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Dr. Muhammad Syakir berpendapat bahwa SDG lokal harus dilindungi secara fisik melalui konservasi in situ dan ex situ.

Konservasi in-situ adalah upaya untuk mempertahankan keberlanjutan Durian

di habitat aslinya, sementara konservasi ex-situ adalah upaya untuk mempertahankan keberlanjutan Durian di luar habitat aslinya dengan menciptakan kebun kolektif.

Inventarisasi, karakterisasi dan pengumpulan implementasi Durian-SDG lokal dilakukan oleh BPTP Balitbangtan, yang tersebar di 33 provinsi dan telah menjadi benteng upaya konservasi.

SDG lokal juga penting untuk didaftarkan segera ke Pusat PVPP.

Jika durian lokal ini digunakan untuk produksi varietas turunan esensial (VTE), pemerintah daerah dapat mengatur kompensasi bagi masyarakat yang memiliki varietas asli dari mana asalnya. Varietas turunan esensial yang merupakan bahan dasar dari varietas lokal.

Baca Juga :