Tata Cara Sholat, Menemukan dan Menggunakan Periode Mustajab, Munajat – Pembaca Yang Baik, Kami Bangga. Pada halaman ini secara singkat kami akan memperkenalkan Dutadakwah doa Adab untuk mencari waktu Mustajab untuk Munajat.

Tata krama sholat dalam mencari waktu mustajab dan menggunakannya adalah Munajat

 

Mustajab-Untuk-Doa-dan-Memanfaatkan-Munajatnya

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman https://www.dutadakwah.co.id/ Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

 

Setiap kali kita ingin berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita harus berbudaya. Tentunya ketika kita mengamalkan adab dalam shalat, permohonan kita dihadapan Allah Ta’ala menjadi lebih berharga.
pengantar

Damai besertamu, damai sejahtera atas Tuhan dan berkat atas dia

بسم ا ا ا ا ل ء بعد بعد بعد

Alhamdulillah. Al-hamdulillah Dia memerintahkan kita untuk berdoa padanya. Berkah dan saw. Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Selanjutnya, mari kita lihat uraian pesan khotbah tersebut. Tata krama berdoa dan mencari waktu mustajab.

Doa sangat dianjurkan

Seperti yang dijelaskan dalam Al-Adzkar sebagai berikut;

اعلم أن المذهب المختار الذي عليه الفقهاء والمحدثون وجماهير العلماء من الطوائف كلها من السلف والخلف: أن الدعاء مستحب, قال الله تعالى “وقال ربكم ادعوني أستجب لكم” (المؤمن- 60) وقال تعالى “ادعوا ربكم تضرعا وخفية” والآية في ذلك كثيرة مشهورة. (الأذكار: ص ٣٥٣) ۥ

Artinya, mengetahui bahwa madhhab yang dipilih oleh para fuqoha, ahli hadits, dan jumhur ulama dari semua sudut, termasuk ulama salaf dan kholaf, memilih; Itub memang berdoa sangat dianjurkan.

Kata Allah Subhanuhu wa Ta’ala; “Dan tuanmu telah berbicara; Saya pasti akan mengizinkan Bedoalah untuk saya ”. (QS. Al-Mukmin: 60). Dan Allah berfirman: “Berdoa kepada Tuhanmu dengan kerendahan hati dan suara lembut”. Ayat-ayat yang menggambarkan doa sangat banyak dan terkenal. (Al-Adzkar. HHal; 353)
Menemukan waktu sholat mustajab

Waktu mustajab termasuk Arafah, Ramadhan, Jumat sore dan waktu sahur atau sepertiga terakhir malam.

Seperti yang dikatakan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam;

عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الآخر فيقول من يدعوني فأستجيب له ومن يسألني فأعطيه ومن يستغفرني فأغفر له

Artinya, dari [Abu Hurairah] bahwa Nabi bersabda shallallahu ‘alaihi wasallam; “Rabb Tabaraka wa Ta’la turun setiap malam ke surga dunia, yaitu, ketika di sepertiga terakhir malam dia berkata:” Barangsiapa berdoa kepada saya, saya akan mengabulkan, dan siapa pun yang meminta saya, saya akan memberi dan Barangsiapa memohon ampun dari saya, saya pasti akan memaafkanmu “(hadits Muslim nomor 1261).

Menggunakan Kondisi Mustajab untuk Sholat

Keadaan mustajab untuk shalat antara lain: saat perang, saat hujan, saat sujud, antara adzan dan iqamah, atau saat berpuasa sebelum berbuka puasa.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ

Artinya: “Tidak mengingkari shalat Adzan dan Iqamah”. (Hadits Abu Daud nomor 437).

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Ini dari ا

Artinya, “Dari Abu Hurairah Nabi bersabda shallallahu ‘alaihi wa sallam;” Keadaan hamba yang paling dekat dengan Allah Azza wa Jalla adalah ketika bersujud. Jadi lebih banyak berdoa saat sujud ”(Hadits Nasai nomor 1125).

Jenis-jenis Doa di Ihya Ulumuddin.

Adapun label shalat yang tertulis di kitab Ihya ada sepuluh, yaitu;

Berdoa pada saat-saat gemilang seperti hari Arafah, bulan Ramadhan, Jumat, sepertiga terakhir malam, dan waktu sahur.

Mencari keadaan luhur, seperti saat sujud, bertemu musuh, saat musibah, saat mendirikan salat, atau sesudahnya, kata Imam Nawawi; Itu harus dicari dalam keadaan hati yang lembut.
Melihat arah kiblat, angkat kedua tangan dan usap wajah Anda setelah selesai.
Kurangi suara yang dihasilkan antara lambat dan kasar.
Tidak ada perasaan paksaan, maka yang terpenting adalah shalat dengan shalat Maktsuroh.
Dengan ketundukan, pengabdian dan ketakutan, Allah Ta’ala berfirman: Sungguh, merekalah yang melakukan perbuatan baik dengan cepat dan berdoa kepada kami dengan harapan dan ketakutan. Dan mereka adalah orang-orang yang rendah hati kepada kita. “(QS. Al-Anbiyaa: 90). Dan firman-Nya;” Berdoa kepada Tuhanmu dengan kerendahan hati dan suara lembut. (QS. Al-A’raaf: 55).
Konfirmasikan apa yang ditanyakan dan pastikan jawabannya telah diterima. Maka percayalah pada harapannya. Kata Supian bin ‘Uyainah rahimahullah ta’ala; Tidaklah dilarang bagi salah satu dari Anda untuk berdoa dengan cara Anda sendiri, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menjawab semua pertanyaan dari makhluk mengerikan seperti Iblis. Tuhan berkata; Iblis menjawab: “Beri aku istirahat sampai mereka bangkit”. (QS. Al-A’raaf: 14). Allah berfirman: “Sesungguhnya, kamu adalah salah satu dari mereka yang diberi istirahat.” (QS. Al-A’raaf: 15)
Dengan mengulang sholat tiga kali.
Doa pembuka dengan Dzikir kepada Allah Ta’ala. (kata Imam An-Nawawi); Seperti dengan membacakan doa kepada Rasulullah setelah memuji Allah Subahanu wa Ta’ala. Lalu tutup dengan iklan yang sama.
Kondisi ini merupakan syarat terpenting dan dasar untuk menerima shalat adalah penolakan ketidakadilan dan penerimaan Allah SUbhanahu wa Ta’ala. (dari AL-Adzkar. Halaman 353 – 356)

Jadi soal materi pendek; Jenis-jenis Sholat, mencari waktu mustajab dan menggunakannya dalam Munajat – Semoga bermanfaat dan berbagi ilmu untuk kita semua. Abaikan deskripsi ini jika Anda tidak setuju. Billahi taufiq wal-hidayah:

Lihat Juga : https://www.dutadakwah.co.id/doa-menyembelih-hewan/