Definisi darah

Darah merupakan cairan yang mengandung berbagai unsur, yaitu darah yang terdapat di dalam tubuh, yang membawa senyawa penting seperti nutrisi dan oksigen ke dalam sel, serta membawa limbah metabolisme keluar dari sel. Darah merupakan bagian penting dari tubuh karena darah memiliki banyak manfaat lain dalam menunjang kehidupan. Tanpa darah yang cukup, tubuh akan mengalami berbagai jenis gangguan kesehatan dan dapat berujung pada kematian.

Fungsi-Darah-Pengertian-Fungsi-Kandungan-dan-Komponennya

Fungsi darah

1. Sebagai zat pengangkut (transport)

Fungsi darah adalah sebagai pembawa segala macam zat kimia, misalnya sisa metabolisme, oksigen, karbondioksida dan hormon.

2. Menjaga sistem imun (proteksi)

Fungsi darah sebagai sistem imun yaitu darah mensuplai jaringan di dalam tubuh dengan berbagai jenis nutrisi, membawa sisa-sisa zat metabolisme, dan darah juga mengandung berbagai bahan yang membentuk sistem imun sehingga dapat mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit seperti bakteri dan virus.

3. Menjaga keseimbangan tubuh (resep)

Darah dapat membantu menjaga keseimbangan dalam tubuh, misalnya darah dapat menjaga suhu tubuh, hal ini dilakukan melalui plasma darah yang dapat menyerap unsur panas. Saat pembuluh darah membesar, maka aliran darah akan semakin lambat dan hal ini tentunya akan menyebabkan hilangnya panas. Saat suhu lingkungan turun, pembuluh darah bisa menyusut, sehingga kehilangan panas bisa ditekan.
Lihat juga: Wawancara
Kandungan darah

Air = 91%

Protein = 3%

Mineral = 0,9%

Bahan organik = 0,1%
Komponen darah
1. Corpuscular

Sel darah adalah elemen tetap dalam darah dan terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan trombosit (trombosit).
2. Sel darah merah (eritrosit)

Sel darah merah, juga disebut eritrosit, merupakan elemen dan komponen utama sel darah. Sel darah merah ini memiliki bentuk cekung ganda (datar) dengan kedua sisinya tenggelam di tengah. Warna merah pada eritrosit disebabkan karena mengandung hemoglobin. Fungsi darah eritrosit adalah dapat mengikat oksigen.
3. Sel darah putih (leukosit)

Sel darah putih, juga disebut leukosit, memiliki inti tetapi tidak berbentuk padat. Fungsi leukosit (sel darah putih) adalah memakan kuman dan benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Jumlah leukosit (sel darah putih) meningkat terus menerus, tergantung berapa banyak kuman atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
4. Darah (trombosit)

Trombosit, juga disebut trombosit, berukuran kecil, berbentuk bulat. Trombosit merupakan salah satu komponen darah yang berperan penting dalam pembekuan darah. Saat cedera terjadi, trombosit ini menutupi pembuluh darah yang rusak dengan membentuk jaringan seperti benang fibrin. Selain itu, platelet ini juga berguna untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri dengan cara memakan atau memusnahkan virus atau bakteri yang ada.
5. plasma darah

Plasma darah merupakan komponen darah yang terbentuk dari darah dan protein air (albumin, globulin dan fibrinogen). Cairan dalam plasma darah yang tidak mengandung fibrinogen disebut serum darah. Protein dalam serum darah ini berfungsi sebagai antibodi terhadap gangguan benda asing. Fungsi plasma darah ini adalah untuk mengangkut berbagai sari makanan atau nutrisi dari makanan ke sel dan jaringan tubuh serta mengangkut sisa metabolisme ke tempat pembuangan. Peran plasma darah juga dapat menghasilkan antibodi yang berguna dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.

 

 

LIHAT JUGA :

https://teknologia.co.id/
https://butikjersey.co.id/
https://kabarna.id/
https://manjakani.co.id/
https://sewamobilbali.co.id/
https://deevalemon.co.id/
https://cipaganti.co.id/
https://pulauseribumurah.com/
https://pss-sleman.co.id/
https://mitranet.co.id/